Warga Perumnas Pijorkoling Gotong Royong Cor Jalan Rusak

Nasional54 Dilihat

PADANGSIDIMPUAN| Jejakkriminal.Info — Semangat kebersamaan kembali terlihat di Perumnas Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan tenggara. Puluhan warga turun langsung melakukan gotong royong pengecoran jalan lingkungan yang sudah lama rusak dan berlubang, Minggu (26/7/2026).

Jalan di perumnas Pijorkoling selama ini dikeluhkan warga karena berlubang, becek saat hujan, dan rawan kecelakaan bagi pengendara motor. Karena belum ada perbaikan dari pemerintah, warga sepakat mengumpulkan dana swadaya dan tenaga untuk memperbaikinya secara mandiri.

wargasetempat, mengatakan kegiatan ini sudah direncanakan sejak dua minggu lalu.

“Jalan ini akses utama warga ke masjid dan sekolah. Kalau nunggu terus, anak-anak bisa celaka. Akhirnya kami kumpul dana, beli semen, pasir, dan batu. Alhamdulillah warga antusias sekali,” ujarnya di sela-sela pengecoran.

Baca Juga :  Danramil 413-02/Bly Kunjungan Ke Mapolsek Belinyu Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke- 80

Warga Perumnas Pijorkoling Gotong Royong Cor Jalan Rusak

Sejak pukul 07.00 WIB warga mulai berkumpul. Bapak-bapak bertugas mengaduk semen dan meratakan cor, sebagian menyiapkan makanan dan minuman untuk para pekerja. Anak-anak muda juga ikut membantu mengangkut material.

Salah satu warga, yang enggan disebut namanya mengaku lega jalan di depan rumahnya akhirnya diperbaiki.

“Sudah hampir setahun jalannya rusak parah. Kalau hujan, airnya menggenang. Dengan gotong royong ini kami jadi lebih kompak juga,” katanya.

Baca Juga :  NU Minta Pesantren Tak Terprovokasi Teror Orang Gila

Aksi gotong royong ini ditargetkan selesai hari ini juga. Warga berharap, dengan jalan yang sudah dicor, aktivitas sehari-hari menjadi lebih lancar dan aman.Aksi warga ini jadi tamparan keras. Di saat pemerintah gembar-gembor soal pembangunan, di lapangan warga masih harus pontang-panting memperbaiki jalan sendiri demi keselamatan anak-anak mereka.

Warga berharap, setelah aksi ini, Pemko Padangsidimpuan dan dinas terkait tidak lagi tutup mata. Jangan tunggu ada korban baru mau bergerak.

Karena jalan yang layak itu hak, bukan hadiah.(arios)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *