175 Karung Bijih Timah Diamankan Satlap Tri Cakti, Diduga akan Dikirim ke Luar Negeri

Hukum Kriminal22 Dilihat

Kab.Belitung | Jejakkriminal.com- Upaya memutus penyelundupan biji timah terus dilakukan para personel TNI. Pada Rabu (16/9) dini hari, personel Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti berhasil menggagalkan penyelundupan timah di Pantai Munsang, Kabupaten Belitung.

Penangkapan ini berawal dari informasi adanya rencana pengiriman timah asal Tanjung Pandan yang akan dibawa keluar melalui pesisir Pantai Munsang.

Komandan Sektor Belitung yang memimpin operasi penertiban tersebut kemudian segera menyisir lokasi pada pukul 02.00 hingga 04.00 WIB. Tim Satlap Tri Cakti kemudian mendapati 175 karung bijih timah kering yang ditinggal pemiliknya.

Baca Juga :  Dapat Remisi Hari Kemerdekaan Sincan Kembali Diringkus Ditresnarkoba Polda Babel

Dari operasi penertiban tersebut, nilai taksiran barang bukti mencapai Rp 1,4 miliar. Seluruh barang sitaan diangkut ke Sentra Pengolahan Terpadu Sijuk untuk dititipkan sementara sebelum dipindahkan dan dihitung kembali di gedung penyimpanan titipan pada Kamis (17/9).

Hingga saat ini, Satlap Tri Cakti masih terus berkoordinasi untuk menelusuri pemilik sah dari ribuan kilogram timah tersebut. Menurut perkiraan, pola pengemasan menggunakan lapisan plastik rapat mengindikasikan barang tersebut disiapkan untuk jaringan luar negeri, salah satunya Malaysia.

Pada 31 Juli 2026, Satlap Tri Cakti mengamankan 7.937 kilogram bijih timah di Kabupaten Bangka dengan nilai kerugian akibat penyelundupan ini mencapai Rp 6,74 miliar.

Baca Juga :  Aktivitas Mencurigakan Kembali Terpantau Di SPBU 24.3321.46 Kayu Arang

Tiga hari sebelumnya mereka juga berhasil menggagalkan pengiriman 14,95 ton bijih timah dan balok timah melalui KM Sewidu di Pelabuhan Pangkal Batam dengan potensi merugikan negara Rp9,76 miliar.

Satlap Tri Cakti sendiri adalah tim taktis gabungan penegakan hukum dan intelijen militer yang dibentuk khusus untuk mengawasi, menertibkan, serta menggagalkan penyelundupan komoditas mineral strategis nasional, terutama pasir dan bijih timah di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Sumber ; IDM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *