BBPPMPV BMTI Kenalkan Lima Pilar Green Office dan Green Culture untuk Pendidikan Vokasi Berkelanjutan

Daerah, Pendidikan3 Dilihat

Jejakkriminal.com, Cimahi, Jawa Barat, 5 Juni 2026 | Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) meluncurkan Program Green Office dan Green Culture. Peluncuran program yang memuat lima pilar strategis dan integratif ini merupakan langkah nyata mendukung implementasi budaya kerja ramah lingkungan dan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 15 Tahun 2026 tentang Penerapan Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) yang digagas Presiden Prabowo sekaligus upaya mendukung pendidikan vokasi yang berkelanjutan.

Peluncuran program dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tatang Muttaqin, di BBPPMPV BMTI, Kota Cimahi, Jawa Barat, pada Kamis (4/6).

Pada momen peluncuran, BBPPMPV BMTI juga memperkenalkan sejumlah inovasi yang telah dikembangkan dan diaplikasikan di BPPMPV BMTI, di antaranya seperti pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), dan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebagai upaya substitusi parsial beban listrik PLN yang telah diaplikasikan dan dirasakan manfaatnya oleh BMTI.

BBPPMPV BMTI juga memperkenalkan inovasi pengelolaan limbah melalui pembangunan infrastruktur Tempat Pengolahan Sampah Sementara (TPSS) terpilah tiga fraksi dan pengoperasian mesin pirolisis yang mampu mengkonversi limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif. BBPPMPV BMTI juga mengupayakan konservasi air melalui pembangunan 20 unit sumur resapan dan biopori untuk menjaga ketahanan hidrologi kawasan BBPPMPV BMTI yang luasnya mencapai 130.976 m2 serta aplikasi Budaya Kerja melalui internalisasi prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), edukasi multidimensi, serta pelaksanaan In House Training (IHT) pengelolaan limbah terpadu.

Selain itu, BBPPMPV BMTI juga mengembangkan dan mengelola ruang terbuka hijau melalui pengelolaan lanskap partisipatif dan mitigasi vegetasi berisiko yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi.

Dalam sambutannya, Dirjen Dikmen Diksus, Tatang Muttaqin, mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dikembangkan BBPPMPV BMTI untuk mendukung lingkungan kerja yang berkelanjutan. Menurutnya, kantor merupakan ruang hidup yang akan menentukan kualitas manusia yang ada di dalamnya. “Hari ini salah satu isu yang paling banyak dibahas adalah isu lingkungan. Jadi, bagaimana kita harus menjaga lingkungan karena global warming itu berdampak sangat besar bagi manusia,” kata Dirjen Tatang.

Menurutnya, perubahan besar perlu dimulai dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari. Terlebih, saat ini, menurut Dirjen Tatang, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan kerap kalah dengan tuntutan ekonomi. Oleh karena itu, sebagai bagian dari institusi pendidikan vokasi, BBPPMPV BMTI memiliki peran penting untuk mengajarkan pentingnya kesadaraan lingkungan kepada masyarakat, dalam hal ini terutama kepada guru-guru vokasional melalui berbagai inisiatif. “Pendidikan tidak cukup mencetak lulusan yang terampil bekerja saja, tetapi harus mampu melahirkan manusia dengan kesadaran bahwa lingkungan itu penting untuk dijaga bersama,” lanjut Dirjen Tatang.

Sementara itu, Kepala BBPPMPV BMTI, Baharudin, menyampaikan bahwa sebagai upaya mendukung implementasi budaya kerja ramah lingkungan dan penerapan Kebijakan Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI), program Green Office dan Green Culture bertumpu pada lima 5 pilar integratif dari hulu ke hilir yaitu Konservasi Energi, Pengelolaan Limbah, Konservasi Air, Kesehatan dan Budaya Kerja, dan Ruang Terbuka Hijau. “Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mengembangkan ekosistem pembelajaran berbasis living laboratory untuk mendukung pendidikan vokasi yang berkelanjutan,” terang Baharudin.

Baharudin berharap, ke depan program ini dapat ditularkan langsung kepada SMK-SMK di Indonesia untuk mendukung ekosistem pendidikan vokasi yang lebih berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Tata Usaha BBPMPV BMTI, Heri Sutanto, menyampaikan bahwa berbagai inisiatif yang dilakukan di BBPPMPV BMTI melalui Program Green Office dan Green Culture ini telah memberikan dampak besar tidak hanya pada lingkungan kerja, tetapi juga pada operasional BBPPMPV BMTI secara keseluruhan.

Dampak tersebut semakin terasa seiring dengan kebijakan efisiensi yang ditekankan oleh pemerintah. Misalnya adalah terkait dengan beban biaya listrik yang dapat berkurang dengan memanfaatkan ekosistem energi ramah lingkungan, seperti PLTS, PLTB, dan PLTMH. Belum lagi, beban biaya pengelolaan sampah dan air bersih yang bisa ditekan dengan pemanfaatan biopori. “Dengan inisiatif ini, optimalisasi layanan BBPPMPV BMTI bisa tetap berjalan dengan baik tanpa mengurangi kualitas pelayanan meskipun dengan anggaran yang terbatas,” kata Heri.

Ramah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *